Hentakan halilintar memekikkan telinga
Bunga api berkejaran dengan
tiupan angin
Tak lama rintik hujan pun
menerpa alam semesta
Cahaya temaram menguar nan
tertindas kegelapan
Sepi memaknai bait puisi, meluncur secepat kilat
Senyum mewarnai bilik hati
lalu memilin kenangan
Melarung aksara kenangan,
melekat dalam percakapan hati
Angan berlayar membawa
ingatan di selasar rumah tua
Ingin bertukar nasib tanpa membalas sakit hati
Memaksaku bergelayut pada sebuncah waktu tanpa keraguan
Kutuang tumpukan sesak yang mendeburkan resah gelisah
Menahan diri menating
bongkahan lara pada malam yang syahdu
Mimpi akan membara pada tidur
yang lelap hingga kelak terjaga
Menanti sejuknya alunan pagi
yang menjelma pada wangi sang mentari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar